Senin, 08 Februari 2010

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ ﴿١﴾ الحَمدُ لِلَّهِ رَبِّ العٰلَمينَ ﴿٢﴾ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ ﴿٣﴾ مٰلِكِ يَومِ الدّينِ ﴿٤﴾ إِيّاكَ نَعبُدُ وَإِيّاكَ نَستَعينُ ﴿٥﴾ اهدِنَا الصِّرٰطَ المُستَقيمَ ﴿٦﴾ صِرٰطَ الَّذينَ أَنعَمتَ عَلَيهِم غَيرِ المَغضوبِ عَلَيهِم وَلَا الضّالّينَ ﴿٧﴾
** Ketika Noda ada dalam Hati **


Hadits Nabi SAW menjelaskan berbagai perumpamaan yang dubuat 4wi untuk manusia. Dijelaskan bahwa ia adalah masalah “kesiapan” sebagian jiwa manusia untuk menerima fitnah. Adapula manusia yang enggan terhadap hidayah sehingga 4wi menyesatkanya. Siapa yang menolak hidayah sejak dari awal maka ia akan menolaknya hingga akhir. Siapa yang menerima fitnah sejak dari awal, maka pada hatinya akan terukir noda hitam yang akan selalu meluas sehingga hati tersebut menjadi hitam sama sekali. Sebagaimana diriwayatkan Muslim, dalam hadits shahih dari Hudzaifah bin Yaman ra, ia berkata Aku mendengar Rosulullah saw bersabda:

“Berbagai fitnah akan dibentangkan kepada hati seperti anyaman tikar, satu benang demisatu benang. Hati mana saja yang berhasil dirasuki fitnah itu, maka ia akan menjadi titik hitam, sedangkan hati mana saja yang menolaknya, maka ia akan menjadi titik putih. Sehingga hati itu terbagi dua, hati putih seperti batu karang, yang tidak akan goyah oleh fitnah apapun selama langit dan bumi masih tegak. Sedangkan yang lainya hati hitam seperti warna yang sangat putih terletak dalam warna hitam, ia seperti panic yang terbalik, ia tidak mengenal kemakrufan dan tidak pula menolak kemungkaran, kecuali apa-apa yang bersesuaian dengan keinginan hawa nafsunya”.

Bisa jadi, hati memiliki kesiapan menerima fitnah, akan tetapi pada kondisi lapang dan nyaman, ia tidak terlihat, sedangkan ketika masalah-masalah syubhat menyertainya dan goncangan lain ikut pula menerpanya, maka fitnah kesesatan tersebut akan terbuka dan terlihat masuk pada dirinya.

Para ulama mengumpamakan hal ini dengan seorang yang berpenyakit dada. Bila cuaca sedang jernih dan baik maka pernapasanya lancer dan bagus. Namun bila angin dating seraya menghembuskan debu, maka ia akan terengah-engah. Nafasnya sesak seakan-akan tercekik . Atau keadaannya seperti kolam yang tenang airnya sedangkan didasarnya terdapat endapan lumpur, lalu dilemparkan sebuah batu kecil kedalamnya, maka kolam itu terlihat keruh, padahal anda mengiranya jernih. Sedangkan kolam yang benar-benar bersih , bila ada batu yang dilemparkan kedalamnya akan membuat kolam itu terlihat semakin indah, karena akan menimbulkan gelembung-gelembung bulat seperti bayangan dahan-dahan hijau.

Perhatikanlah pengaruh batu fitnah yang jatuh kedalam hati. Ia telah mengendalikannya. Janganlah Anda tertipu oleh permukaan air tenang yang mengelabui. Janganlah Anda menolak gambaran orang yang terkena fitnah bagaikan panic yang terbalik. Karena betapa banyak orang yang pada mulanya baik namun akhirnya ia mati dalam keadaan meninggalkan shalat.

http://akh-san.blogspot.com/2010/01/ketika-noda-hitam-telah-menyebar-dihati.html
++8 Rahasia Sholat Tahajud ++8


BILA disebut solat tahajud, pasti yang tergambar di minda kita ialah hikmah dan manfaat yang diperoleh hasil daripada pengamalan ibadat sunat tersebut.
Firman Allah SWT: Orang yang solat tahajud akan memperoleh bermacam-macam nikmat yang menyejukkan pandangan mata (as-Sajdah: 16 hingga 17), tutur kata yang berkesan, mantap dan berkualiti, qaulan tsaqila (al-Muzzammil: 5).
Manakala dalam surah al-Israk ayat 79 menjelaskan pengamalnya memperoleh tempat yang terpuji, maqaman mahmudah, baik di dunia mahupun di akhirat dan di sisi Allah.
“Selain itu, bersolat tahajud juga dapat menghapuskan dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan daripada penyakit.” (riwayat al-Tirmizi)
Dalam hadis di atas menjelaskan kepada kita bahawa solat tahajud itu memiliki manfaat praktis, baik dari segi keagamaan mahupun dari sudut kesihatan.
Oleh itu, dapatlah disimpulkan bahawa solat tahajud ini dapat menjaga homeostasis tubuh. Ini bererti Allah mensyariatkan solat tahajud dan supaya dilaksanakan dengan penuh ikhlas dan bukan untuk kepentingan Allah semata-mata tetapi demi kepentingan yang menjalankan itu sendiri.
Hal ini dijelaskan dalam surah al-Jasiyah ayat 15 yang bermaksud: Sesiapa yang menjalankan amal soleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri. Dan sesiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri...
Lantaran itu, penerbitan buku berjudul, Terapi Solat Tahajud-Mukjizat Penyembuh Penyakit oleh PTS Millennia akan mengetengahkan penemuan-penemuan saintifik melalui kaedah psikoneuroimunologi mengenai kuasa penyembuhan yang dihasilkan melalui solat tahajud, teknik dan panduan bagi mewujudkan kuasa penyembuhan dalam solat tahajud yang kita lakukan serta bukti dan fakta-fakta benar yang dapat meningkatkan keyakinan mengenai mukjizat solat tahajud.
Keterangan ini sekali gus membuktikan solat tahajud bukan sahaja menjadi pemangkin kepada peningkatan keimanan dan kekuatan dalaman manusia bahkan ia berupaya meningkatkan kesihatan tubuh dengan menguatkan sistem imunisasi. Bahkan mereka yang menderita sakit-sakit kronik juga mempunyai peluang untuk sembuh melalui kaedah terapi solat tahajud.
wallahu'alam......
Source from Group on Frienster..
****Taubat****


“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang taubatnya diterima Allah.” (An Nisa: 17)


an Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

(أتبِعِ السَّيِّئة الحسنة تَمحُها)
“Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, dia akan menghapuskan kejelekan itu.” (HR. At Tirmidzi dalam Sunannya [6/204], dari hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)

Mengikuti kebaikan di sini maknanya adalah bersegera, karena termasuk dari adab taubat adalah bersegera dan tidak mengakhirkannya.

Demikian juga jika Anda bertaubat kepada Allah, hendaknya Anda menjauhi sebab-sebab yang dapat menjerumuskan diri Anda ke dalam perbuatan dosa. Jauhilah teman yang jelek, jauhi teman duduk yang jelek, karena merekalah yang menyebabkan Anda terjerumus ke dalam dosa-dosa.

Pergilah Anda kepada orang-orang yang shalih, duduklah bersama mereka, hadirlah di majelis-majelis ilmu, bersegera datang ke masjid, memperbanyak membaca Al Qur’an dan berzikir kepada Allah subhanahu wata’ala. Inilah yang sepantasnya diperbuat oleh seseorang yang bertaubat kepada Allah: menjauhi segala sebab kemaksiatan, dan mendekatkan diri dengan perkara-perkara yang baik serta sebab-sebab keta’atan.

(Sumber: Al Muntaqa min Fatawa Asy Syaikh Al Fauzan, Jilid I, no 168)